Sabtu, 12 Juni 2010

KEKUATAN PIKIRAN?

Saya mengenal Autisme, ketika ikut merawat seorang ponakan. Pada waktu itu usia saya masih sekitar 25 tahun, dan merasa senang ternyata ponakan saya anteng banget, tidak rewel, jadi tidak merepotkan.

Seiring dengan perkembangan usianya, tampak sekali ponakan saya sangat lambat bicaranya, dan perilakunya berbeda dengan teman-teman lainnya. Waktu itu saya belum mengenal internet, jadi pengetahuan tentang autisme sangatlah terbatas. Hanya entah apa dasarnya walaupun belum didiagnosis oleh dokter, saya menyimpulkan dalam hati bahwa ponakan saya adalah salah satu anak yang memiliki perilaku seperti halnya anak autis.

"Prepare for the worst", adalah salah satu quote yang saya pakai agar tidak terlalu kecewa dalam menghadapi kegagalan. Termasuk dalam hal ini, saya prepare for the worst kalau suatu waktu, saya mendapatkan anak autis. Mungkin ini salah satu kesalahan saya, kenapa saya tidak pernah positive thingking. Salah seorang teman pernah mengkritik cara berpikir saya.
"Jangan abaikan kekuatan pikiran", kata teman saya pada suatu hari. "Kalau kamu berpikir negatif, kamu akan mendapatkan hasil yang negatif, begitu pula sebaliknya".

Dan ketika pada akhirnya saya mendapatkan 2 anak berkebutuhan khusus, prepare for the worst yang saya lakukan sebelumnya tidak cukup. Masih banyak preparing yang lainnya yang mesti dilakukan, Prepare for the time, energy, money, health, patient, skill, heart, dan masih banyak yang lainnya.

Blog ini saya buat sekedar untuk mengeluarkan uneg-uneg suka duka saya membesarkan dua anak Fadhel Irsyad Mukhtar (8) tahun yang di diagnosis MSSD (Multisystem Development Dissorder), salah satu varians dari Autis. Satu lagi Raihan Azhar Mukhtar yang di diagnosis Spech Delay dan sedikit hyperaktif.

Semoga bermanfaat buat orang tua yang mengalami hal yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar